alfarqadain.tv
prediksi bola, berita olahraga, bursa bola online, prediksi skor jitu, prediksi skor akurat, agen judi bola, agen taruhan online

Dua Bandut Jalanan Di Kediri Rampas Uang Rp 40 Juta

Dua Bandut Jalanan Di Kediri Rampas Uang Rp 40 Juta – Dua bandit jalanan dilumpuhkan. Mereka diamankan selesai berlaga di Kecamatan Pare, Kediri.

Dua pemeran yakni Sofyan (48), penduduk Natar, Lampung Selatan serta Ahmad Junaidi (42), penduduk Kendal Jawa Tengah. Dan dua kawan kejahatan mereka masih buron.

Pada 19 Mei 2019 lalu, pemeran yang gunakan mobil Toyota Avanza mendesak Subandi (55) yang yang tengah menunggangi motor. Subandi sendiri sebagai penduduk Kecamatan, Plemahan Kabupaten Kediri.

Dengan modus seakan kenal korban, pemeran membawa bercakap, kemudian korban dibawa masuk dalam mobil untuk sesudah itu dirampas barang mempunyai nilai punya dia. Lewat cara dicekik serta dipukul sisi tubuhnya, setalah itu korban di turunkan ditepi jalan. Uang sekitar Rp. 40 juta serta Handphone punya korban digasak pemeran.

Kapolres Kediri AKBP Ronny Faisal Saiful membetulkan perbuatan pemeran yang cukup terampil serta nekad. Dengan memperhatikan korbannya terlebih dulu sebelum dilaksanakan, ditambah lagi pemeran berlagak kenal korban. Hingga dengan simpelnya memperdayai korbannya.

“Pemeran ini komplotan dari Lampung serta berlaga antar Propinsi, di Ja-teng, Kediri, Ngawi, Mojokerto Jawa Timur, modusnya cukup nekad serta berani ditambah lagi berlagak kenal korbannya,” Tutur Ronny. Senin, (15/7/2019).

Sama dengn Kapolres Kediri Kasatreskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yudha menjelaskan pemeran sukses ditekuk polisi dalam sesuatu hotel di Kediri. Tetapi lantaran pemeran menentang kala akan ditangkap oleh unit Opsnal Polres Kediri. Dua pemeran dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki pemeran.

“Mereka kita amankan kala ada di Hotel di Kediri, selesai berlaga mereka istirahat di hotel. Kala kita amankan mereka berupaya menentang serta melarikan diri, kita sangat terpaksa bertindak tegas tetapi terarah kita lumpuhkan pemeran,” jelas Ambuka.

Dari tangan terduga, polisi sukses menyelamatkan beberapa handphone serta busana korban kala disekap dalam mobil. Ke-2 pemeran terancam hukuman maksimum 9 Tahun penjara dengan masalah 365 KUHP.
Dua pemeran yakni Sofyan (48), penduduk Natar, Lampung Selatan serta Ahmad Junaidi (42), penduduk Kendal Jawa Tengah. Dan dua kawan kejahatan mereka masih buron.

Pada 19 Mei 2019 lalu, pemeran yang gunakan mobil Toyota Avanza mendesak Subandi (55) yang yang tengah menunggangi motor. Subandi sendiri sebagai penduduk Kecamatan, Plemahan Kabupaten Kediri.

Dengan modus seakan kenal korban, pemeran membawa bercakap, kemudian korban dibawa masuk dalam mobil untuk sesudah itu dirampas barang mempunyai nilai punya dia. Lewat cara dicekik serta dipukul sisi tubuhnya, setalah itu korban di turunkan ditepi jalan. Uang sekitar Rp. 40 juta serta Handphone punya korban digasak pemeran.

Kapolres Kediri AKBP Ronny Faisal Saiful membetulkan perbuatan pemeran yang cukup terampil serta nekad. Dengan memperhatikan korbannya terlebih dulu sebelum dilaksanakan, ditambah lagi pemeran berlagak kenal korban. Hingga dengan simpelnya memperdayai korbannya.

“Pemeran ini komplotan dari Lampung serta berlaga antar Propinsi, di Ja-teng, Kediri, Ngawi, Mojokerto Jawa Timur, modusnya cukup nekad serta berani ditambah lagi berlagak kenal korbannya,” Tutur Ronny. Senin, (15/7/2019).

Sama dengn Kapolres Kediri Kasatreskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yudha menjelaskan pemeran sukses ditekuk polisi dalam sesuatu hotel di Kediri. Tetapi lantaran pemeran menentang kala akan ditangkap oleh unit Opsnal Polres Kediri. Dua pemeran dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki pemeran.

“Mereka kita amankan kala ada di Hotel di Kediri, selesai berlaga mereka istirahat di hotel. Kala kita amankan mereka berupaya menentang serta melarikan diri, kita sangat terpaksa bertindak tegas tetapi terarah kita lumpuhkan pemeran,” jelas Ambuka.

Dari tangan terduga, polisi sukses menyelamatkan beberapa handphone serta busana korban kala disekap dalam mobil. Ke-2 pemeran terancam hukuman maksimum 9 Tahun penjara dengan masalah 365 KUHP.