alfarqadain.tv
prediksi bola, berita olahraga, bursa bola online, prediksi skor jitu, prediksi skor akurat, agen judi bola, agen taruhan online

Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Meninggalnya 18 Polisi Dalam Pengamanan Pemilu 2019

Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Meninggalnya 18 Polisi Dalam Pengamanan Pemilu 2019

Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Meninggalnya 18 Polisi Dalam Pengamanan Pemilu 2019 – Anggota ke polisian yang wafat waktu menyelamatkan Pemilu 2019 makin bertambah jadi 18 orang. Data itu didapati selesai anggota Polres Purwakarta Iptu Dani Kardana wafat sebab serangan jantung.

“Kecapekan berefek pada masalah jantung,” kata Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta seperti diambil Pada, Jumat (26/4).

Semua 18 anggota polisi yang gugur diberi penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat tambah tinggi dari Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian.

18 polisi itu ialah seperti berikut:
1. Irjen Pol (Anm) Syaiful Zachri dari Mabes Polri
2. Kompol (Anm) Suratno dari Polda Kalimantan timur
3. Ipda (Anm) Syaifudin dari Polres Bandung
4. Bripka (Anm) Mashadi dari Polres Indramayu
5. Aipda (Anm) Ikwanul Muslimin dari Polres Lombok Tengah
6. Brigka (Anm) Bijaksana Mustaqim dari Brimob Polda Metro Jaya
7. Ipda (Anm) Stefanus Pekuawali dari Polres Kupang
8. Ipda (Anm) Jonter Siringo Ringo dari Polres Dairi
9. Bripka (Anm) Arie Andrian Winatha dari Polda Kalsel
10. Aiptu (Anm) M.Supri dari Polres Sidoarjo
11. Bripka (Anm) Sempurna Leon Nurman Zasono dari Polres Bondowoso
12. Iptu (Anm) Totok Sudarto dari Polres Berau
13. Aipda (Anm) Yustinus Petrus Mangge dari Polres Ende
14. Ipda (Anm) Daniel Mota dari Polres Belu
15. Iptu (Anm) Paulus Kenden dari Polres Tanah Toraja
16. Bripka (Anm) Romadhonis dari Brimob Polda Kepri
17. AKP (Anm) Partahan Dalimunte dari Polres Padangsidempuan
18. AKP (Anm) Dani Kardana dari Polres Purwakarta

Selama ini, jumlahnya itu bertambah lebih dari 100 % dibanding pemilu 2014 dengan keseluruhan delapan polisi yang wafat waktu menjalankan pekerjaan lakukan perlindungan.

Dedi Prasetyo memandang, menambahkan anggota gugur sebab waktu mulai dari pengawalan surat suara, persiapan pergi, perlindungan di TPS serta hitungan suara lebih lama.

Waktu pemilu 2014, pekerjaan perlindungan usai waktu sore hari sebab malam hari tidak ada hitungan. Sesaat pada pemilu 2019 hitungan bisa berjalan sampai malam atau pagi hari.

Untuk menahan yang wafat sebab kecapekan, Polri telah dikeluarkan perintah supaya pekerjaan perlindungan PPK serta pengawalan logistik pemilu ke KPU tingkat kabupaten/kota dikerjakan bergantian.

Sesaat dari bagian petugas pelaksana, 225 Petugas KPPS wafat, termasuk juga yang bunuh diri sebab stres. Diluar itu, ada pula yang keguguran kandungannya, tidak hanya beberapa ratus yang lainnya dirawat di rumah sakit