Ultimate magazine theme for WordPress.

Bandar Jaringan Malaysia Diringkus Polisi, Ribuan Barbuk Narkoba Jenis Baru Diamankan

Bandar Jaringan Malaysia Diringkus Polisi, Ribuan Barbuk Narkoba Jenis Baru Diamankan – Deretan Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membekuk dua pengedar narkotika type baru jaringan Malaysia, Jakarta serta Pontianak. Dari ungkapan ini, polisi amankan dua terduga berinisial SS serta ST yang diamankan di lobi Rumah Sakit Husada, di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (12/2) sekira jam 17.45 WIB.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, pengungkapan ini adalah laporan penduduk. Sampai pada akhirnya beberapa terduga sukses tangkap.

“Kedua-duanya ditangkap bersama dengan tanda bukti berbentuk 9.000 butir narkoba type baru metoksitamen (mxe), cafein sama ketamin berupa diamond, narkoba type sabu seberat 1,2 Kg, 54 butir ekstasi, serta 135 butir bahagia five (H-5),” tuturnya di Polda Metro Jaya, Senin (25/2).
“Kedua-duanya ditangkap tengah akan bertransaksi dengan SS serta ST di lobi rumah sakit,” sambungnya.

Dari penangkapan itu, ke-2 terduga pun menaruh barang haram itu di ruang belakang parkiran. Tanda bukti yang sukses ditangkap yakni 10 gr sabu, 54 butir ekstasi, 64 butir H-5, satu unit timbangan digital, 49 buah, dua unit HP.

“Dari info ke-2 terduga, kita lalu berjalan ke arah apartemen yang ditempati terduga SS di lokasi Kemayoran Jakarta Pusat. Dalam tempat itu, kita kembali temukan 9.000 butir narkoba type baru yakni diamond mxe serta 11 plastik berisi sabu, keseluruhan seberat 874 gr,” katanya.
Tidak cuma apartemen SS, polisi pun memeriksa apartemen terduga TS di Green Central City Jalan Gajah Mada, Taman Sari Jakarta Barat. Polisi Kembali temukan 50 gr sabu, 73 butir ekstasi, 60 butir H-5, 3 buah cangklong satu set bong, satu unit timbangan.

“Pada penyidik mereka mengakui baru satu tahun mengedarkan narkoba. Mereka juga mengakui bila beberapa ribu butir barang haram itu didapatkan dari terduga di Pontianak yang berinisial R,” katanya.

Selain itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan, pihaknya masih tetap lakukan pengejaran pada dua orang terduga yang telah diputuskan DPO. Kedua-duanya ialah R yang didapati keberadaannya di Pontianak, Kalimantan Barat dan terduga N yang ada di Malaysia.

“Berdasar pada perintah dari terduga Pontianak ini, ke-2 terduga disuruh melanjutkan ke terduga di Malaysia, Inisialnya R. Ada beberapa transfer rekening bank Malaysia. Kami belumlah dapat pastikan terduga di Malaysia ini WNI ataulah bukan,” kata Argo.

Atas tindakannya, ke-2 terduga ini terancam dijaring dengan masalah 114 ayat 2 subsider masalah 112 ayat 2 Juncto Masalah 132 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 dengan intimidasi optimal 20 tahun.