Ultimate magazine theme for WordPress.

Solskjaer Siap Kapanpun Dikritik Jika MU Tampil Buruk

Solskjaer Siap Kapanpun Dikritik Jika MU Tampil Buruk – Ole Gunnar Solskjaer tahu beratnya jadi manajer Manchester United. Oleh karena itu, Solskjaer siap kapanpun dikritik bila MU tampil jelek.

Semenjak masa Sir Alex Ferguson selesai, MU memanglah belum dapat kembali berkompetisi dengan berkelanjutan di papan atas. Hal tersebut telah membawa korban dengan tiga manajer paling akhir kehilangan pekerjaan sebelum kontraknya tuntas, yaitu David Moyes, Louis van Gaal, serta Jose Mourinho.

Tidak hanya Moyes, memang Van Gaal serta Mourinho dapat memberi trofi, tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan permainan menghibur diatas lapangan. Lumrah bila fans selalu merintih serta sering minta manajer ditukar ketikan tampilan team tengah alami penurunan.

Perumpamaannya musim ini saat Mourinho melawan beberapa permasalahan di serta luar lapangan sebelum pada akhirnya digantikan Solskjaer. Kehadiran Solskjaer demikian diterima sukacita oleh fans yang mengharap ia jadi dewa penyelamat Setan Merah.

Hal tersebut tampak pada pertandingan pertama saat MU dibawa menang 5-1 atas Cardiff City yang disebut kemenangan paling besar pertama team semenjak pertandingan paling akhir Fergie. Tetapi, Solskjaer sendiri tidak ingin terlena dengan hasil itu.

Pasalnya itu baru pertandingan pertama serta ada banyak pertandingan yang lebih susah menanti. Jika kelak hasil MU kembali jeblok, pastinya banyak masukan yang hadir termasuk juga dari bekas pemain club itu serta Solskjaer telah siap mendengarnya.

Beberapa bekas pemain MU seperti Paul Scholes, Rio Ferdinand, serta Gary Neville, termasuk juga profil yang kencang menyerang MU dalam beberapa waktu paling akhir.

“Janga cemas, Gary pastinya akan keras mengkritik saya. Saya duduk di sebelahnya saat 11 tahun di ruangan ubah,” tutur Solskjaer.

“Ia duduk di samping saya serta… Anda tahulah Gary!,” sambungnya.

“Ia dibayar untuk beropini serta tentunya ia mesti mengerjakannya. Saya sama dengan yang lainnya, sama dengan manajer lainnya saat Anda pimpin team di lapangan. Semua ada tanggung jawabnya.”

“Tetapi saya tidak bermain buat mereka. Pekerjaan saya ialah membuat pemain nikmati permainan mereka sendiri,” demikian Solskjaer.